SDGs ITPLN > Berita > SDG 03 - Good Health and Well-Being > REVITALISASI PRASARANA UNTUK MENDUKUNG KESEHATAN LINGKUNGAN DI KEL. PINANG, KEC. PINANG, TANGERANG

REVITALISASI PRASARANA UNTUK MENDUKUNG KESEHATAN LINGKUNGAN DI KEL. PINANG, KEC. PINANG, TANGERANG

Posted by: Admin SDGs
Category: SDG 03 - Good Health and Well-Being, SDG 08 - Decent Work and Economic Growth, SDG 09 - Industry, Innovation and Infrastructure, SDG 11 - Sustainable Cities and Communities
REVITALISASI PRASARANA

Pertumbuhan wilayah perkotaan sejalan dengan pertumbuhan penduduk dan pertumbuhan ekonomi. Semakin meningkatnya pertumbuhan penduduk menyebabkan kebutuhan akan tempat hunian juga semakin mengalami peningkatan. Kebutuhan tempat hunian tersebut termasuk didalamnya kebutuhan akan sarana dan prasarana yang memadai seperti drainase dan tempat penampungan sampah sementara. Sistem drainase yang baik serta tersedianya tempat penampungan sampah yang memadai di suatu kawasan tempat hunian akan mendukung terciptanya lingkungan yang bersih dan sehat.

Kelurahan Pinang, Kecamatan Pinang, Kota Tangerang tepatnya di RT 13/ RW4 merupakan salah satu kawasan hunian dengan berbagai macam permasalahan terutama kebutuhan sarana dan prasarana. Pada kesempatan ini,   tim dosen yaitu Dyah Pratiwi Kusumastuti, Indah Handayasari, Irma Sepriyanna dan Hastanto Sm dibantu oleh mahasiswa dari Program Studi S1 Teknik Sipil Fakultas Teknologi Infrastruktur dan Kewilayahan Institut Teknologi PLN melakukan kegiatan pengabdian pada masyarakat dalam rangka pendampingan untuk menyelesaikan permasalahan yang dihadapi oleh warga mitra yaitu masyarakat dan pengurus RT setempat.

REVITALISASI PRASARANA

Berdasarkan hasil survei tim, permasalahan yang saat ini sedang dihadapi warga mitra saat ini antara lain saluran drainase yang tidak memadai sehingga sering kelebihan kapasitas. Hal ini disebabkan karena saluran drainase eksisting hanya memiliki saluran di satu sisi jalan saja. Permasalahan lain yang ditemui oleh anggota kelompok pengabdian pada masyarakat adalah tempat penampungan sampah sementara yang volumenya tidak sesuai dengan timbulan sampah per harinya. Tempat penampungan sampah sementara berada didekat saluran drainase, sehingga ketika kondisi sampah penuh akibat terlambatnya pengangkutan dari dinas terkait, maka sampah akan mudah jatuh ke dalam saluran drainase. Selain itu akibat pembusukan sampah di dasar saluran dan masuknya tanah di sekitar saluran dan TPS menyebabkan saluran drainase tidak berfungsi dengan semestinya.

Penanganan pertama yang harus dilakukan adalah dengan merevitalisasi saluran drainase eksisting dengan melakukan penambahan lebar saluran serta melakukan penambahan saluran drainase pada sisi lainnya. Hal tersebut dilakukan karena pelaksanaan pekerjaan revitalisasi saluran memakan waktu yang cukup lama. Setelah kegiatan pertama yaitu revitalisasi saluran drainase selesai dilakukan, maka dilanjutkan dengan kegiatan kedua yaitu revitalisasi tempat penampungan sampah sementara (TPS). Tujuan dari kegiatan revitalisasi TPS adalah untuk mengembalikan fungsi saluran drainase yang ada di sekitar TPS dan melakukan pemagaran TPS untuk mencegah jatuhnya sampah ke dalam saluran.

Pada saat kunjungan akhir yang dilakukan oleh tim pengabdian masyarakat terlihat antusiasme warga mitra khususnya RT 13/RW 04 dalam kegiatan gotong royong menjaga kebersihan lingkungan semakin meningkat, terlihat dari semakin banyaknya warga yang  berpartisipasi dalam kegiatan tersebut. Selain itu program pemagaran tempat penampungan sampah sementara berfungsi dengan baik, karena sampah yang jatuh ke dalam saluran semakin berkurang serta saluran drainase telah berfungsi sebagaimana mestinya.

Sumber : Sinergimas ITPLN

Author: Admin SDGs
id_IDIndonesian